1. 4 months ago 
    Tari Hentak Burit #4

    Tari Hentak Burit #4

     
  2. 4 months ago 
    Tari Hentak Burit #3

    Tari Hentak Burit #3

     
  3. 4 months ago 
    Tari Hentak Burit #2

    Tari Hentak Burit #2

     
  4. 4 months ago 
    Tari Hentak Burit #1

    Tari Hentak Burit #1

     
  5. 4 months ago 

    Antara persepsi dan kenyataan

    Industri perkebunan kelapa sawit di Indonesia dalam kurun 30 tahun terakhir mengalami perkembangan yang sangat pesat. Dari hanya 300 ribu ha pada tahun 1980-an hingga saat ini menjadi 7,5 juta ha di seluruh Indonesia. Sehingga dalam konteks pasar global, saat ini Indonesia dan Malaysia menguasai 86% pangsa pasar CPO dunia. Sedangkan dalam konteks bisnis minyak nabati mencapai 32% dan merupakan kontributor terbesar dalam bisnis minyak dan lemak dunia.
    Kisah sukses ini merupakan berkah bagi Indonesia, sebab negara ini memiliki tanah yang besar dan subur sehingga cocok untuk menjalankan industri ini.
    Namun demikian, sukses ini sendiri banyak memunculkan tantangannya sendiri. Kelapa sawit menjadi target kampanye negatif dari sejumlah LSM lingkungan dari negara eropa dan amerika. Kampanye anti minyak sawit selalu dilakukan secara sistematis dan konsisten di media dan publikasi internasional lainnya. Dalam kampanyenya, kelapa sawit dituding sebagai perusak lingkungan, penyebab deforestasi, merusak biodiversitas dan berkontribusi besar dalam terjadinya pemanasan global. Padahal tudingan-tudingan itu sesungguhnya adalah persepsi yang mendasar.
    Misalnya mereka menuding perkebunan kelapa sawit sebagai penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca, kita dituding sebagai negara penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar ketiga didunia. Padahal berdasarkan hasil konvensi perubahan iklim COP 15 di Kopenhagen, Denmark, Indonesia berada di urutan ke 19 dari 55 negara. Bank dunia juga pernah merilis laporan pada 2007 bahwa enam negara penyumbang emisi terbesar adalah Amerika serikat, cina, rusia, india dan jepang. jadi tudingan itu jauh dari benar.
    Dan satu lagi yang paling mencolok, industri kelapa sawit juga dituding tidak sustainable (lestari). Padahal sebaliknya, industri ini adalah industri yang paling lestari dibandingkan dengan industri minyak nabati lain. Perkebunan kelapa sawit mengelola lahan dengan sangat efisien dari budidaya tanaman minyak nabati lainnya. Dengan daur hidup perkebunan kelapa sawit antara 25-30 tahun akan membuat penyimpanan karbon. Sementara itu daur hidup soybean hanya 4 bulan dan repeseed membutuhkan replanting setiap tahun. Ini berarti perkebunan kelapa sawit relatif lebih baik peranannya dalam mengurangi emisi gas rumah kaca.
    Budidaya kelapa sawit juga merupakan industri yang zero waste, jadi tidak ada limbah yang tidak dipakai. Setiap produk sampingan dapat dimanfaatkan untuk hal-hal positif. Misalnya limbah padat dapat dimanfaatkan sebagai kompos dan bioenergi.

    Menurut saya, jika dilihat dari aspek sosial. Kelapa sawit melakukan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat lokal melalui perkebunan plasma. Melalui perkebunan plasma, masyarakat mampu hidup lebih layak dan melalui kemitraan dengan perusahaan-perusahaan besar keberlangsungan usaha perkebunannya bisa terjamin. Makanya saya rasa tudingan-tudingan ini semua, hanya akal-akalan mereka untuk menghancurkan industri ini dinegara kita.

  6. 5 months ago 

    Sengketa lahan

    Percakapan bapak dan anak
    Anak : yah lebar yah tanah perusahaan A
    Bapak : iya nak, itu dulu tanah kakekmu ada disana 6 ha
    Anak : wah lumayan jg itu yah pak
    Anak dan temennya
    Anak : tau gak kalian, dulu kakekku punya tanah di perusahaan A itu 6 ha
    Temen : wah kakekku jg katanya ada disana
    anak : wah klo itu jadi milik kita lagi lumayan jg ekonomi kita
    Temen : iya lah, kita ambil lagi aja
    Dari percakapan yang tidak jelas dimana bukti-buktinya kalo tanah itu memang tanah mereka, bisa jadi konflik yang berkepanjangan. Memang tidak semua sengketa lahan motifnya seperti ini, tapi banyak juga yang seperti ini. Satu kepala keluarga datang ke suatu tempat, mereka mengolah lahan kosong seperti milik mereka sendiri. Sampai bertahun-tahun tanpa ada kejelasan surat kepemilikan tanah, karena memang bukan tanah mereka. Setelah tiba-tiba ada perusahaan yang datang dan mengklaim itu lahan mereka, karena surat-surat atau HGU(hak guna usaha)nya ada. Dan mereka membuka lahan tersebut. Rakyat tidak terima, timbullah konflik antar masyarakat dan perusahaan. Sampai akhirnya terkadang perusahaan harus mengalah dan berpikiran akan memberikan sebagian tanah mereka kepada masyarakat. Oleh karena ada beberapa oknum masyarakat yang ingin mengambil keuntungan dari konflik ini, misalnya dengan mengklain kalau tanah mereka jg ada disana, padahal tidak ada. Maka perusahaan beserta pemerintah daerah mengalakukan seleksi kepada siapa saja yang berhak menerima "pengembalian" lahan tersebut. Karena butuh waktu yang lama, sedangkan masyarakat tidak sabar menunggu, sering terjadi kekerasan antara perusahaan dan masyarakat. Sehingga terjadilah konflik seperti yang sering di angkat di media akhir-akhir ini. Kalau sudah begini, siapa yang mau disalahkan?? Pemerintah?? Masyarakat?? Atau perusahaan??
  7. 5 months ago 

    Menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara

    Yah judul tulisan ini adalah kalimat pertama dari catur darma astra. Sedikit muluk-muluk, tapi jujur sangat kagum dengan kalimat itu. Peletakan kalimat itu di nomor satu dalam catur darma astra sedikit banyak mempengaruhi idealisme karyawan di perusahaan ini. Banyak dari mereka yang terus berkarir diperusahaan ini karena satu kalimat itu. Semoga saya bisa mencerminkan sikap seperti kalimat tersebut. Menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara

  8. 5 months ago 

    Ibadah

    Ketika pekerjaan itu kita anggap sebagai ibadah, apa yang gak bisa. Kesulitan, hambatan gak ada sama sekali yang menganggu kita dalam bekerja. Ikhlas, selalu berusaha dan jujur pada diri sendiri. Itulah kunci dalam bekerja.I love my job, I love my life

  9. 5 months ago 

    Sapta Budaya Perusahaan

    1. Budaya jujur dan bertanggung jawab
    2. Budaya triple S
    3. Budaya fanatik
    4. Budaya peduli
    5. Budaya kontrol
    6. Budaya pembinaan dan inovasi
    7. Budaya korsa

  10. 5 months ago 
    10 pahala panen :
1. Buah matang di panen tuntas
2. Brondolan dikutip bersih
3. Pelepah disusun rapi bentuk T
4. Menjaga pelapah (songggoh 3)
5. Brondolan dikarungi
6. Memberi nomor panen pada tangkai buah
7. Buah disusun rapi di TPH resmi
8. Tangkai janjangan bentuk V
9. Brondolan TPH dikutip bersih
10. Buah busuk di ketrek

    10 pahala panen :
    1. Buah matang di panen tuntas
    2. Brondolan dikutip bersih
    3. Pelepah disusun rapi bentuk T
    4. Menjaga pelapah (songggoh 3)
    5. Brondolan dikarungi
    6. Memberi nomor panen pada tangkai buah
    7. Buah disusun rapi di TPH resmi
    8. Tangkai janjangan bentuk V
    9. Brondolan TPH dikutip bersih
    10. Buah busuk di ketrek

     
avatar_128
 
 
Blog ini adalah bagian dari hidup saya Cipta Wibama Baihaki Mahdan. Lembaran ini semoga bisa digunakan sebaik mungkin bagiku untuk berbagi untuk sahabat-sahabatku di dunia maya ini
 
 

Following

chukurkumisriopaleallaboutindonesialandscapelifescaperizqifaqotallansangerarifansyahfuckyeahmahasiswayuniyunaitaufanpradanadongodongbangke29donnyerlanggacheebloachmadbayasutnurjamangunadipgilangmaulanabayudwisaputroargawicaksonoaisyahnurahmahaldysikodelhanndiiandyaanandyteddybudiyansyahadhiiriantonationalgeographicdailyinfobdghahihucha2sibaumars-brandmelvafresyahadianirahmikartiwaanggaadityahendraariefrifalifirmanerymuhtar
 

Tumblr